Hindukrishna.id bernaung di bawah Yayasan Kerohanian Hindu ISKCON-INDONESIA, terdaftar resmi pada Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia nomor C – 235.HT.01.02.TH 2006.
ISKCON-INDONESIA adalah yayasan kerohanian Hindu yang berfokus pada pelaksanaan bhakti marga atau bhakti yoga, salah satu dari catur marga dalam ajaran Agama Hindu. Pelaksanaan bhakti yoga di pasraman-pasraman ISKCON-INDONESIA dilakukan dengan pengucapan nama-nama suci Tuhan (harinama sankirtana) sebagai korban suci tertinggi yang dianjurkan pada zaman Kaliyuga ini. Selain itu, kami melakukan kegiatan upanisad (pelajaran kitab suci Veda Bhagavad-gita dan Srimad Bhagavatam) setiap hari, persembahyangan kepada Tuhan Sri Krishna sebagai svayam bhagavan (Tuhan Yang Maha Esa) dalam bhakti yoga, serta melatih umat Hindu yang ingin memperdalam ajaran Veda. Latihan spiritual ini dilakukan melalui sadhana (praktik spiritual harian) seperti japa, memasak makanan sattvika, dan pelajaran kitab suci Veda secara teratur di pasraman. Kegiatan kami juga mencakup kependetaan dan layanan samskara (upacara yajna) baik secara Hindu Bali (Nusantara) maupun menurut tata cara Pancaratrika dalam Veda.
Ajaran rohani Veda dalam bhakti yoga di ISKCON-INDONESIA diturunkan melalui garis perguruan rohani (parampara) yang dikenal dengan nama Brahma Sampradaya. Dalam definisi yang sesungguhnya, sampradaya berarti garis perguruan rohani di mana ilmu pengetahuan Veda itu diturunkan dari zaman ke zaman. Jadi, Brahma Sampradaya hanyalah salah satu dari ribuan sampradaya yang berkembang di seluruh dunia, termasuk di Nusantara pada zaman dahulu hingga kini.
Dari awal penciptaan alam semesta, terdapat empat sampradaya yang diciptakan sendiri oleh Tuhan, yakni Brahma Sampradaya, Laksmi Sampradaya, Siva Sampradaya dan Kumara Sampradaya. Ajaran rohani Veda yang dipelajari di ISKCON-INDONESIA diturunkan dari Tuhan Sri Krishna kepada Dewa Brahma pada awal penciptaan alam semesta ini, lalu diturunkan kepada Devarsi Narada. Devarsi Narada menurunkannya kepada Maharsi Vedavyasa pada masa Mahabharata. Pada abad ke-13 (sekitar 4.000 tahun setelah zaman Maharsi Vedavyasa), Sri Madhvacarya menerima ajaran bhakti yoga ini dan meneruskannya dalam parampara di zaman Kaliyuga. Oleh karena itu, garis perguruan ini dinamakan Brahma Madhva Sampradaya.
Pada abad kelima belas, turunlah Sri Caitanya Mahaprabhu, yang adalah Tuhan Sri Krishna sendiri yang menjelma menjadi seorang bhakta, penekun bhakti yoga, guna memberikan contoh bagaimana umat manusia seharusnya melaksanakan bhakti yoga. Sri Caitanya Mahaprabhu menjadi guru kerohanian terkemuka dalam garis Brahma Madhva Sampradaya pada abad kelima belas. Karena pusat pengajaran bhakti yoga ini berpusat di Navadvipa (atau Gauda-desa), maka garis perguruan ini secara resmi dinamai Brahma Madhva Gaudiya Sampradaya.
Garis silsilah guru-guru kerohanian dari sampradaya ini terus berlanjut hingga kini. Pada abad kesembilan belas, garis perguruan ini dilanjutkan oleh Srila Bhaktisiddhanta Sarasvati Gosvami, seorang brahmana, sannyasi dan brahmacari terhormat yang membujang seumur hidup. Kemudian, murid beliau yang paling terkemuka, yakni Srila Bhaktivedanta Swami Prabhupada (lebih dikenal-luas sebagai Srila Prabhupada), membawa ajaran bhakti yoga dari garis perguruan ini ke seluruh dunia pada abad kedua puluh. Dari Srila Prabhupada, ajaran bhakti yoga ini menyebar dari negeri Bharata Varsa ke seluruh dunia dan merangkul ribuan orang untuk kembali sebagai dharmika. Organisasi bhakti yoga yang didirikan oleh Srila Prabhupada dikenal dengan nama ISKCON (International Society for Krishna Consciousness).
Dengan demikian, ajaran bhakti yoga ini, yang dilakukan dengan harinama sankirtana, mengucapkan nama-nama suci Tuhan Sri Krishna, bukanlah ajaran baru yang diprakarsai oleh Srila Prabhupada. Bhakti yoga adalah ajaran suci Veda yang telah ada sejak alam semesta ini diciptakan, tetapi cara pelaksanaannya berbeda-beda di setiap zaman. Dalam Veda Padma Purana dinyatakan, pada zaman Satyayuga, bhakti yoga dilakukan dengan meditasi dan astangga yoga, memusatkan pikiran kepada wujud rohani Sri Narayana. Pada zaman Tretayuga, bhakti yoga ini dilakukan dengan pelaksanaan yajna yang besar dan kompleks. Selanjutnya di zaman Dvaparayuga, bhakti yoga dilakukan dengan memuja arca secara mewah. Pada zaman Kaliyuga, di mana sumber daya alam dan sumber daya manusia semakin merosot, bhakti yoga dilakukan dengan cara mengucapkan nama-nama suci Tuhan Sri Krishna beramai-ramai. Dalam setiap zaman, pelaksanaan bhakti yoga yang berbeda-beda ini memberikan hasil yang sama apabila dilakukan dengan penuh keyakinan.
Di Indonesia, ajaran-ajaran bhakti yoga yang diwariskan dari garis perguruan Brahma Madhva Gaudiya Sampradaya ini dilanjutkan oleh guru-guru kerohanian setelah zaman Srila Prabhupada, yakni Srila Gour Govinda Gosvami Maharaja dan Srila Bhaktisvarupa Damodara Gosvami Maharaja. Pada tahun 2006, saat Srila Bhaktisvarupa Damodara Gosvami Maharaja menjelang berpulang, beliau mewariskan garis perguruan ini kepada murid kerohanian beliau dari Bali, yakni Srila Damodara Pandit Dasa, yang kini dikenal dengan Guru Pandita.
Pada tahun itu juga, Srila Bhaktisvarupa Damodara Gosvami Maharaja merestui pendirian Yayasan ISKCON-INDONESIA yang menjadi wadah legal untuk garis perguruan tersebut dan pengajaran bhakti yoga-nya di Indonesia. Terlebih guru kerohanian pelanjut beliau adalah orang Bali asli, maka dengan itu beliau memberikan mandat bahwa pengajaran bhakti yoga ini hendaknya disesuaikan dengan desa, kala dan patra di Nusantara, terutama di Bali. Oleh karena itu, Yayasan ISKCON-INDONESIA yang berpusat di Griya Agung Krishna Balarama Ashram, Denpasar, Bali ini adalah organisasi yang berbeda dan terpisah sepenuhnya dengan ISKCON Internasional yang berpusat di luar Indonesia. Walaupun terpisah secara badan hukum dan garis perguruan, nama ISKCON tetap dipakai sebagai penghormatan kepada Srila Prabhupada sebagai orang suci yang membawa ajaran ini ke seluruh pelosok dunia.
Untuk informasi ashram, persembahyangan, literatur, dan kegiatan rohani Hindu kami, silakan menghubungi:
Yayasan ISKCON-INDONESIA
Pasraman Griya Agung Krishna Balarama Ashram
Jl. Padang Galak no. 2, Kesiman, Denpasar, Bali 80237
Telp. (0361) 285376; email: ibb.iskconindonesia@gmail.com
——————–
HINDUKRISHNA.ID
Penasihat, Pembimbing, dan Guru Spiritual
Sri Sriman Ida Dewa Agung Waisnawa Pandita Damodara Pandit Dasa
Ida Dewa Agung Istri Srimati Wilasa Manjari Dewi Dasi
Pimpinan Redaksi
Dr. Dewa Krisna Prasada, M.Hum.
Editor in Chief & Redaktur Pelaksana
Ida Bagus Arya Lawa Manuaba, M.Pd.
Publikasi
Komang Sumeyasa, Ambali Yasa, Sri Cahya Dhanvantari
Kontributor
Sitari Candra Dewi, Yamuna Krisna Dewi, Brindavanesvari Dewi, Wayan Candra Birawa, Gede Balarama.




