Krishna Balarama Ashram Denpasar Gelar Upacara Mlaspas dan Macaru, Berikan ‘Hurip’ pada Bangunan Suci
DENPASAR – Pasraman Griya Agung Krishna Balarama Ashram, Denpasar, melaksanakan rangkaian upacara keagamaan Mlaspas dan Macaru sebagai bentuk penyucian bangunan serta lingkungan setempat. Upacara ini digelar khusus untuk mengawali penggunaan bangunan baru yang akan difungsikan sebagai pusat kegiatan rohani dan tempat mempelajari kitab suci Veda.
Upacara Macaru diselenggarakan sebagai implementasi dari konsep Panca Maha Yajna, khususnya pada bagian Bhuta Yajna. Sementara itu, prosesi Mlaspas ditujukan untuk memberikan hurip atau jiwa kehidupan bagi fisik bangunan agar layak ditempati manusia dalam menjalankan aktivitas spiritual.
“Memberikan hurip artinya memberikan kehidupan kepada bangunan dan lingkungan atas restu Tuhan, para dewata, para leluhur yang suci, termasuk para bhuta kala,” jelas Pandita Brahmana Wiswamitra Dasa Adhikari di sela-sela upacara. Ia menambahkan bahwa pensucian ini bertujuan agar proses belajar-mengajar Veda di pasraman dapat melahirkan generasi Hindu yang berbudi luhur.
Ketua Panitia, Wayan Minggu, menyatakan bahwa pelaksanaan Pacaruan ini dilakukan secara teratur demi menjaga keharmonisan alam semesta. “Apalagi saat ini adalah sasih yang tepat untuk melaksanakan Bhuta Yajna,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan di Krishna Balarama Ashram ini merupakan wujud nyata dari praktik Bhakti Yoga. Aktivitas ini menjadi bagian integral dari ajaran Catur Marga, yakni empat jalan rohani dalam Hindu yang meliputi Bhakti Marga, Jnana Marga, Karma Marga, dan Raja Marga.








